Bahasa Bada dituturkan di (1)
Desa Maholo, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso; (2) Desa Badangkaia,
Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso; dan (3) Desa Ampibabo, Kecamatan
Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.
Secara kuantitatif bahasa Bada
terdiri atas dua dialek, yaitu (1) dialek Napu dan (2) dialek Bada Tiara.
Dialek Napu dituturkan di Desa Maholo, Kecamatan Lore Timur dan Desa
Badangkaia, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso. Sementara itu, dialek Bada
Tiara dituturkan di Desa Ampibabo, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi
Moutong. Dialek Bada Tiara dan Napu dianggap sebagai satu bahasa karena kedua
isolek itu secara kuantitatif menunjukkan adanya perbedaan dialek dengan
persentase perbedaan berkisar antara 51%—55%. Bahasa Bada juga memiliki
perbedaan dialek dengan isolek Kaili (78,75%) dan isolek Taa (77,25%). Meskipun
demikian, bahasa Bada diidentifikasi sebagai bahasa yang berbeda dengan bahasa
Kaili dan bahasa Taa karena ketiganya memiliki perbedaan secara kualitatif
untuk menjadi bahasa yang berbeda.
Hasil penghitungan dialektometri
juga menunjukkan bahwa bahasa Bada memiliki perbedaan dialek dengan isolek
Da’a, Inde, Unde, Ija, Rai, Rato, Sedoa, Torau, Rampi, dan Togian dengan
persentase perbedaan berkisar antara 72%—80%. Akan tetapi, isolek-isolek itu
tidak dimasukkan sebagai dialek bahasa Bada karena semua isolek tersebut secara
kuantitatif lebih dekat dengan bahasa Kaili dan bahasa Taa dengan persentase
perbedaan antara 49%—67%.











BERANDAKU
0 komentar:
Posting Komentar