Bahasa Dondo merupakan bahasa
yang bertanah asal di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.
Bahasa ini dituturkan di (1) Desa Moutong Timur, Kecamatan Moutong, Kabupaten
Parigi Moutong; (2) Desa Bobalo, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong;
(3) Desa Tinabogan, Kecamatan Dondo, Kabupaten Toli-Toli; (4) Desa Tampiala,
Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Toli-Toli; (5) Desa Malomba, Kecamatan
Dondo, Kabupaten Toli-Toli; (6) Desa Bangkir, Kecamatan Dampal Selatan,
Kabupaten Toli-Toli; (7) Desa Ogowele, Kecamatan Dondo, Kabupaten Toli-Toli;
(8)Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Menurut pengakuan penduduk di sebelah utara wilayah tutur bahasa Dondo
berbatasan dengan wilayah tutur bahasa Kaili; di sebelah timur berbatasan
dengan wilayah tutur bahasa Bugis; di sebelah selatan berbatasan dengan wilayah
tutur bahasa Gorontalo; dan di sebelah barat berbatasan dengan wilayah tutur
bahasa Bugis dan bahasa Kaili.
Bahasa Dondo terdiri atas lima
dialek, yaitu (1) dialek Tialo dituturkan di Desa Moutong Timur, Kecamatan
Moutong, Kabupaten Parigi Moutong; (2) dialek Dondo Toli-Toli dituturkan di
Desa Tinabogan dan Desa Malomba, Kecamatan Dondo, Kabupaten Toli-Toli; (3)
dialek Dampelas dituturkan di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten
Donggala; (4) dialek Dampal dituturkan di Desa Tampiala dan Desa Bangkir,
Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Toli-Toli; dan (5) Dialek Lauje dituturkan
di Desa Bobalo, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong dan Desa Ogowele,
Kecamatan Dondo, Kabupaten Toli-Toli. Persentase perbedaan antardialek tersebut
berkisar antara 63%—77%.
Isolek Tialo, isolek Dondo
Toli-Toli, isolek Dampelas, isolek Dampal, dan isolek Lauje diidentifikasi
sebagai dialek yang berbeda dari bahasa yang sama karena secara kuantitatif
isolek-isolek itu memiliki perbedaan dialek dengan tingkat perbedaan berkisar
63%—77%. Bahasa Dondo juga memiliki perbedaan dialek dengan isolek Balaesang,
isolek Toli-Toli, dan isolek Pendau (perbedaannya berkisar 78%—79%). Meskipun
demikian, ketiganya tidak dimasukkan sebagai dialek bahasa Dondo karena secara
kuantitatif isolek-isolek itu lebih berkerabat dengan bahasa Balaesang, Totoli,
dan Kaili (perbedaannya berkisar antara 75%—76%). Berdasarkan penghitungan
dialektometri, isolek Dondo merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan
sekitar 85%--91% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa di sekitarnya, misalnya
dibandingkan dengan bahasa Buol dan bahasa Totoli.
Pembagian bahasa Dondo menjadi
lima dialek ini berbeda dengan yang dikemukakan Wumbu dkk. Wumbu dkk. (1986)
mengemukakan bahwa dialek Tialo, dialek Dampelas, dan dialek Lauje merupakan
bahasa yang berdiri sendiri dan berbeda dari bahasa Dondo. Jadi, Tialo,
Dampelas, Lauje, dan Dondo merupakan empat bahasa yang berbeda. Bahasa Tialo
dituturkan di Kecamatan Moutong dan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong dan
didukung oleh 42.735 jiwa; bahasa Dampelas (Dampelas-Sojol) dituturkan di
Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala serta Kecamatan Dondo dan Galang,
Kabupaten Toli-Toli yang didukung oleh 250 jiwa; bahasa Lauje dituturkan di
Kecamatan Moutong, Tinombo, Tomini, Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong dan
Kecamatan Dondo, Kabupaten Toli-Toli.











BERANDAKU
0 komentar:
Posting Komentar