Bahasa Bungku merupakan bahasa
yang bertanah asal di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Bahasa ini
dituturkan di (1) Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso;
(2) Kelurahan Ulunambo, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali; (3) Desa
Parilangke, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali; (4) Desa Bahodopi,
KecamatanBahodopi, Kabupaten Morowali; (5) Desa Korowou, Kecamatan Lembo,
Kabupaten Morowali Utara; (6) Desa Wawopada, Kecamatan Lembo, Kabupaten
Morowali Utara; dan (7) Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali
Utara, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan penghitungan
dialektometri, bahasa Bungku memiliki tujuh dialek, yaitu (1) dialek Menui
Lawangsa, (2) dialek Menui Ulunambo, (3) dialek Molongkum, (4) dialek Bungku
Parilangke, (5) dialek Torete, (6) dialek Moiki, dan (7) dialek Kangua. Dialek
Menui Lawangsa (Menui Lawanga) dituturkan di Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso
Kota Utara, Kabupaten Poso. Dialek Menui Ulunambo dituturkan di Kelurahan
Ulunambo, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali. Dialek Molongkum
dituturkan di Desa Wawopada, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara. Dialek
Bungku Parilangke dituturkan di Desa Parilangke, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten
Morowali. Dialek Torete dituturkan di Desa Bahodopi, Kecamatan Bahodopi,
Kabupaten Morowali. Dialek Moiki dituturkan di Desa Korowou, Kecamatan Lembo,
Kabupaten Morowali Utara. Dialek Kangua dituturkan di Desa Tiu, Kecamatan
Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara.
Dialek Menui dialek Lawangsa,
dialek Menui Ulunambo, dialek Molongkum, dialek Bungku Parilangke, dialek
Torete, dialek Moiki, dan dialek Kangua merupakan dialek yang berbeda dengan
persentase perbedaan berkisar antara 60%—75%. Sementara itu, bahasa Bungku juga
memiliki perbedaan dialek dengan isolek Mori, tetapi isolek Mori tidak dimasukkan
sebagai dialek bahasa Bungku karena berdasarkan penghitungan dialektometri
isolek Mori lebih dekat dengan dialek Torete (salah satu dialek bahasa Bungku).
Bahasa Bungku dengan isolek Mori memiliki perbedaan dialek sebesar 75,25%,
sedangkan dengan dialek Torete perbedaannya lebih kecil, yaitu sebesar 63,25%.











BERANDAKU
0 komentar:
Posting Komentar